Awal Kisah Sunan Giri Dan Perjalanannya Menyebarkan Agama Islam Di Giri

Sabtu, Januari 07, 2017
Kisah Sunan Giri

Awal Kisah
Raden Paku adalah nama asli dari Sunan Giri merupakan buah pernikahan dari Maulana Ishaq dan Dewi Sekardadu. Sebelum mereka menikah ada kisah menarik yang terjadi dimana saat itu Blambagan (sekarang Banyuwangi) terkena wabah penyakit. Termasuk Dewi Sekardadu putri satu-satunya dari Raja Blambangan (Prabu Menak Sembuyu) yang juga sebulan penuh terbaring sakit. Berbagai cara pun dilakukan oleh sang prabu baik memanggil tabib dan dukun namun mereka tidak mampu menyembuhkan penyakit Dewi Sekardadu. Karena gelisah tidak ingin puteri satu-satunya tewas sang prabu pun mengadakan sayembara dengan imbalan barang siapa yang bisa menyembuhkan putrinya (Dewi Sekardadu) jika laki-laki akan dinikahkan dengan putrinya, dan apabila perempuan akan dijadikan saudaranya.

Singkat cerita datanglah Maulana Ishaq dari Lempo (Aceh) dengan memberikan syarat jika Dewi Sekardadu sembuh dan wabah penyakit di Blambangan sirna, Sang prabu harus mau mengucap dua kalimat Syahadat dan diikuti semua rakyatnya. Syaratpun disetujui karena sang prabu ingin segera melihat putrinya sembuh. Dewi Sekardadu pun sembuh dan sang prabu memenuhi janjinya Maulana Ishaq menikah dengan Dewi Sekardadu.

Bayi Dibuang Di Laut Dan Pemberian Nama Joko Samudro
Dua tahun berselang, Dewi Sekardadu hamil 4 Bulan. Karena hasutan terus menerus dari patih Bajul Segara, Sang prabu akhirnya mengusir Maulana Ishaq dari Blambangan karena dianggap telah mempengaruhi rakyatnya untuk masuk Islam. Tak ingin ada pertumpahan darah di bumi Blambangan, Maulana Ishaq pamit meninggalkan istrinya yang saat itu sedang hamil tua pergi ke Samudra Pasai( Aceh) untuk menyebarkan agama Islam disana. Dan berwasiat kepada istrinya kelak kalau anak ini lahir beri dia nama Raden Paku.

Dewi Sekardadu melahirkan seorang bayi laki-laki dan memberinya nama Raden Paku sesuai wasiat dari suaminya setelah mengandung selama 19 bulan 9 hari. Usia kandungannya memang tergolong sangat lama. Disaat itu pula di kerajaan sedang gencar-gencarnya pembunuhan bayi laki-laki oleh kerajaan. Itu adalah tipu muslihat agar tidak ada keturunan dari Maulana Ishaq yang mewarisi kerajaan. Agar bayinya tidak dibunuh, Dewi Sekardadu dengan berat hati memasukkan bayinya ke dalam peti dan memakunya kemudian menyuruh pembantu kerajaan untuk menghanyutkan bayinya ke sungai.

Peti tersebut ditemukan oleh sekelompok awak kapal dagang milik saudagar kaya Nyi Ageng Pinatih dan dibawanya ke Gresik. Sesampainya di Gresik, peti itu dibuka dan sontak kaget yang didalamnya adalah bayi. Bayi tersebut akhirnya diadopsi oleh Nyi Ageng Pinatih. Karena ditemukan dilaut bayi tersebut diberi nama Joko Samudro.

Joko Samudra Kecil Hingga Mengetahui Asal Usulnya
Joko Samudra kecil oleh Nyai Ageng Pinatih disekolahkan ke Ampel (Surabaya) untuk berguru kepada Raden Rakhmat (Sunan Ampel). Di sana bertemu dengan Maulana Makdum Ibrahim, putera Sunan Ampel yang kemudian juga bergelar Sunan Bonang. Selang beberapa waktu, Sunan Ampel mengetahui identitas Joko Samudro yang sebenarnya. Setelah beranjak dewasa bersama Maulana Makdum Ibrahim mereka disuruh pergi haji sampai memperdalam ilmunya. Sebelum mereka sampai di tanah suci singgah terlebih dahulu di Pasai (Aceh) untuk menuntut ilmu. Keduanya diterima dengan baik oleh Maulana Ishaq yang tak lain ayahanda Joko Samudra. Disinilah Joko Samudro mengetahui asal usulnya kenapa dulu dibuang juga nama Raden Paku yang diberikan oleh ayahnya. 

Perjalanannya Menyebarkan Agama Islam
Di Samudra Pasai, Raden Paku berhasil mendapat "Ilmu Laduni" sehingga mendapat julukan "Ainul Yaqin". Sesudah keduanya itu selesai menuntut ilmu, kemudian berangkat haji. singkat cerita merekapun kembali ke tanah Jawa. Kemudian di Jawa mengadakan tempat berkumpul yang disebut pondok pesantren di Giri dimana murid-muridnya didominasi oleh rakyat jelata. Sejak itulah, beliau dikenal masyarakat dengan sebutan Sunan Giri. Pesantren Giri kemudian menjadi terkenal sebagai salah satu pusat penyebaran Islam di Jawa dan pengaruhnya terus berkembang hingga menjadi kerajaan kecil yang disebut Giri Kedaton ( baca juga: giri dan sepenggal kisahnya yang terkenal ) Sungguh besar jasa Sunan Giri semasa hidupnya, karena beliaulah yang mengirim utusan ke luar Jawa. Mereka terdiri dari pelajar, saudagar, nelayan yang diutus ke beberapa pulau. Amat besar pengaruh Sunah Giri terhadap jalannya roda pemerintahan. Sesudah beliau wafat, berturut-turut digantikan oleh Sunan Dalem, Sunan Sedam Margi, Sunan Prapen yang menguasai Gresik dan sekitarnya selama beberapa generasi sampai akhirnya ditumbangkan oleh Sultan Agung. Semenjak itu Giri cahayanya mulai pudar.

Sumber:
1. https://www.merdeka.com/ramadan/kelahiran-sunan-giri-dan-wabah-penyakit-di-blambangan.html
2. https://id.wikipedia.org/wiki/Sunan_Giri
3. https://lamonganoke.wordpress.com/2013/05/08/menelusuri-jejak-dongeng-ibu-sunan-giri-di-lamongan/
4. Salam, Solichin. Sekitar Walisanga. Penerbit: Menara Kudus

Bagikan Ke :

Profil Pengarang

Blog ini dibuat atas ketertarikan dan minat kami dengan website dan juga sebagai media informasi serta pembelajaran Gratis.

Previous
Next Post »
0 Komentar

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔