Giri Dan Sepenggal Kisahnya Yang Tekenal

Selasa, Januari 03, 2017
Giri Dan Sepenggal Kisahnya Yang Tekenal

Giri adalah sebuah nama tempat di kota Gresik. Dalam bahasa sansekerta, Giri berarti Gunung. Nama Giri menjadi terkenal setelah salah satu murid Sunan Ampel yang bernama Raden Paku alias Muhammad Ainul Yaqin mendirikan pesantren di daerah perbukitan di Desa Sidomukti, Selatan Gresik.

Sebelum mendirikan pesantren di Gresik, Selama 40 hari Raden Paku bertafakur di sebuah gua. Ia bersimpuh, meminta petunjuk Allah SWT, ingin mendirikan pesantren. Di tengah hening malam, pesan ayahnya, Syekh Maulana Ishak, kembali terngiang: ''Kelak, bila tiba masanya, dirikanlah pesantren di Gresik.'' Pesan yang tak terlalu sulit, sebetulnya. Tapi, ia diminta mencari tanah yang sama persis dengan tanah dalam sebuah bungkusan. Selesai bertafakur, Raden Paku berangkat mengembara. Di sebuah perbukitan di Desa Sidomukti, Kebomas, ia kemudian mendirikan Pesantren Giri. Di tempat inilah Muhammad Ainul Yaqin mendapat julukan Sunan Giri.

Pesantrennya tak hanya dijadikan sebagai tempat pendidikan dalam arti sempit, namun juga sebagai pusat pengembangan masyarakat. Konon karena khawatir Sunan Giri mencetuskan pemberontakan, Raja Majapahit memberikan keleluasaan padanya untuk mengatur pemerintahan. Maka pesantren itupun berkembang menjadi salah satu pusat kekuasaan yang disebut Giri Kedaton.

Giri Kedaton tumbuh menjadi pusat politik yang penting di Jawa waktu itu. Giri Kedaton bertahan hingga 200 tahun. Salah seorang penerusnya, Pangeran Singosari dikenal sebagai tokoh paling gigih menentang kolusi VOC dan Amangkurat II pada abad 18.

Para santri pesantren Giri juga dikenal sebagai penyebar agama Islam yang gigih ke berbagai pulau seperti Bawean, Kangean, Madura, Haruku, Ternate, Nusa Tenggara, hingga Sulawesi Selatan. Tak hanya itu menurut Babad Tanah Jawi, murid Sunan Giri juga bertebaran sampai ke Negeri Cina, Mesir, Arab, dan Eropa. Pesantren Giri merupakan pusat ajaran tauhid dan fikih, karena Sunan Giri meletakkan ajaran Islam di atas Al-Quran dan sunah Rasul.

Namun, tak ada peninggalan yang menunjukkan kebesaran Pesantren Giri yang berkembang menjadi Kerajaan Giri Kedaton. Tak ada juga bekas-bekas istana. Kini, di daerah perbukitan itu hanya terlihat situs Kedaton, sekitar satu kilometer dari makam Sunan Giri. Di situs itu berdiri sebuah langgar berukuran 6 x 5 meter.

Konon, disanalah sempat berdiri sebuah masjid, tempat Sunan Giri mengajarkan agama Islam. Ada juga bekas tempat wudhu berupa kolam berukuran 1 x 1 meter. Tempat ini tampak lengang pengunjung. ''Memang banyak orang yang tidak tahu situs ini,'' para peziarah pun hanya datang ke Makam Sunan Giri saja.

Baca Juga: Awal Kisah Sunan Giri Dan Perjalanannya Menyebarkan Agama Islam Di Giri

Jasa-Jasa Sunan Giri

Jasanya yang terbesar tentu saja perjuangannya dalam menyebarkan agana Islam di tanah Jawa bahkan ke Nusantara, baik dilakukannya sendiri sewaktu masih muda sambil berdagang ataupun melalui murid-muridnya yang ditugaskan ke luar pulau.

Beliau juga pernah menjadi hakim dalam perkara pengadilan Syekh Siti Jenar, seorang Wali yang dianggap murtad karena menyebarkan faham Pantheisme dan meremehkan syariat Islam yang disebarkan para Wali lainnya. Dengan demikian Sunan Giri ikut menghambat tersebarnya aliran yang bertentangan dengan faham Ahlusunnah wal jama'ah.

Islam yang disiarkannya adalah Islam sesuai ajaran Nabi, tanpa dicampuri kepercayaan atau adat istiadat lama. Di bidang kesenian beliau juga berjasa besar, karena beliaulah yang menciptakan tembang-tembang dolanan anak-anak yang bernafas Islam antara lain: Jamuran, Cublak-cublak suweng, Jelungan dan Delikan.

Diantara permainan anak-anak yang dicintainnya adalah permainan Jelungan yang mempunyai makna seseorang yang sudah berpegang teguh kepada agama Islam Tauhid maka ia akan selamat dari ajakan setan atau iblis.

Sembari melakukan permainan jelungan itu biasanya anak-anak akan menyanyikan lagu Padhang Bulan:
"Padhang-padhang bulan, ayo gage dha dolanan, dolanane na ing latar, ngalap padhang gilar-gilar, nundhung begog hangetikar" 

Lagu Padhang Bulan mempunyai maksud bahwa Agama islam telah datang, maka marilah kita segera menuntut penghidupan, dimuka bumi ini, untuk mengambil manfaat dari agama islam, agar hilang lenyaplah kebodohan dan kesesatan.


Sumber:
1. Rasyidi, H.Lawrens. "Kisah dan Ajaran Wali Sanga". published: ronKramer. <http://www.ilma95.net/pdf_kisah4.htm
2. Dharmawan, Ir.Agus. DKP3-KotaCirebon .2011 <http://www.dkp3cirebonkota.yolasite.com/resources/Sejarah%20Sembilan%20Wali.pdf


Artikel di atas ini kami himpun dari berbagai sumber. Sedapat mungkin informasi yang disampaikan akurat dan benar, Kami mohon maaf jika informasi yang disampaikan masih terdapat kekeliruan atau kesalahan, Mohon untuk menghubungi kami melalui halaman Contact Us atau melalui kotak komentar yang tersedia. Jika artikel diatas bermanfaat bagi anda, jangan lupa di share. Terima Kasih

Bagikan Ke :

Profil Pengarang

Blog ini dibuat atas ketertarikan dan minat kami dengan website dan juga sebagai media informasi serta pembelajaran Gratis.

Previous
Next Post »
0 Komentar

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔